www.narasiutama.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini menerima penyerahan ribuan koleksi buku berharga dari tokoh nasional dan Guru Besar Hukum Tata Negara, Prof. Dr. H. Mohammad Laica Marzuki, S.H. Ini bukan hanya sekadar sumbangan, melainkan wujud nyata kecintaan yang mendalam terhadap almamater yang telah membentuk karier dan pemikirannya.
Pengumpulan koleksi ini dilakukan melalui galeri bertajuk “Prof. Dr. H. M. Laica Marzuki, S.H., Hundert Jahre Leben, Hundert Jahre Lernen.” Peresmian galeri ini berlangsung di Perpustakaan Pusat Unhas, dihadiri oleh Rektor Prof. Jamaluddin Jompa dan segenap civitas akademika yang menyaksikan keistimewaan momen tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyatakan bahwa sumbangan ini mencerminkan komitmen moral dan tanggung jawab seorang intelektual terhadap dunia pendidikan. Hal ini juga akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan pengunjung untuk menggali pengetahuan lebih dalam.
Peran Sumbangan Buku dalam Mendorong Pendidikan di Unhas
Sumbangan ribuan buku ini merupakan sebuah langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas akademik di Unhas. Dengan adanya koleksi ini, diharapkan mahasiswa memiliki akses lebih luas ke bahan bacaan yang berkualitas.
Rektor Unhas menekankan bahwa setiap judul buku memiliki nilai akademik dan historis yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Ini mencerminkan semangat kolektif untuk mendorong pendidikan yang lebih baik.
Lebih lanjut, koleksi ini juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Dalam dunia yang terus berkembang, akses terhadap informasi yang akurat menjadi semakin penting.
Koleksi yang Mewakili Perjalanan Intelektual Prof. Laica Marzuki
Buku-buku yang diwakafkan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang Prof. Laica di dunia akademik dan intelektual. Setiap judul yang dihadirkan adalah bagian dari proses pembelajaran yang ia lalui dan diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.
Prof. Laica menjelaskan bahwa ungkapan yang ada di Jerman, “seribu tahun kita hidup, seribu tahun pula kita belajar,” menjadi pegangan hidupnya. Ia berharap semangat tersebut dapat diterapkan oleh mahasiswa dan staf di kampus.
Pesannya untuk setiap pengunjung perpustakaan adalah pentingnya membaca secara kritis. Mengkaji dan mendalami isi dari setiap buku adalah kegiatan yang tak kalah penting daripada sekedar membaca.
Pentingnya Akses Terhadap Koleksi Buku yang Berharga
Pemahaman dan pemanfaatan koleksi buku yang telah diwakafkan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap anggota civitas akademika diharapkan dapat memberi makna dari setiap lembar yang dibaca.
Sebanyak 2.294 judul buku dan 88 judul majalah diwakafkan kepada Unhas, termasuk literatur hukum dan refleksi kebangsaan. Ini tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga meningkatkan kualitas diskusi di kalangan mahasiswa.
Buku-buku yang beragam itu akan membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep hukum dan memberikan wawasan yang lebih luas mengenai masyarakat. Ketersediaan sumber informasi ini penting untuk mendorong kreativitas dan inovasi.
Dengan demikian, koleksi yang diwakafkan tidak hanya menjadi tambahan fisik di rak perpustakaan, tetapi juga sebagai sumber daya penting yang dapat memperkaya pemikiran dan disiplin ilmu para mahasiswa di Unhas.
Dedikasi Prof. Laica dalam mewakafkan koleksi buku ini menunjukkan betapa pentingnya peran seorang guru dalam mendidik dan menginspirasi generasi penerus. Usahanya harus dijadikan teladan bagi para intelektual lainnya untuk turut serta dalam pengembangan pendidikan.
Akhirnya, harapan untuk perpustakaan Unhas adalah agar koleksi yang ada dapat terus terjaga dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Semangat untuk belajar dan berbagi pengetahuan adalah hal yang perlu dijunjung tinggi oleh seluruh civitas akademika.


