www.narasiutama.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat. Hingga tanggal 20 November 2025, OJK telah melaksanakan sebanyak 1.729 kegiatan edukasi keuangan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Amiruddin Muhidu, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam memahami dan mengakses layanan keuangan. Dalam kesempatan media gathering yang berlangsung di The Alana Hotel Malang, beliau menyampaikan capaian tersebut dengan bangga.
Selain itu, melalui program ini, OJK menjangkau lebih dari 1,4 juta peserta, termasuk pelajar, mahasiswa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk menyediakan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan keuangan yang baik.
Beragam Bentuk Kegiatan Edukasi Keuangan yang Dilaksanakan OJK
Kegiatan edukasi yang diadakan OJK mencakup beragam bentuk, mulai dari sosialisasi hingga workshop. Dengan pendekatan yang interaktif, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya literasi dan inklusi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Program-program ini tidak hanya terbatas pada satu kelompok usia atau golongan masyarakat saja. OJK berusaha untuk menjangkau semua lapisan, termasuk perempuan dan pekerja di berbagai sektor. Hal ini dikatakan oleh Amiruddin dalam keterangannya, yang menegaskan pentingnya edukasi yang merata untuk semua kalangan.
Secara khusus, OJK juga memberikan perhatian pada pelaku UMKM sebagai pilar penting dalam perekonomian. Dengan memahami keuangan, mereka dapat mengelola usaha dengan lebih baik dan mengakses berbagai layanan keuangan yang tersedia.
Upaya OJK Melawan Aktivitas Keuangan Ilegal
Di samping kegiatan edukasi, OJK juga melaksanakan sosialisasi mengenai aktivitas keuangan ilegal. Hingga pertengahan November 2025, telah dilakukan 16 kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko dan bahaya aktivitas ilegal tersebut.
Dari sejumlah kegiatan tersebut, satu acara yang menarik adalah Knowledge Sharing yang diadakan bersama media. OJK berharap dengan adanya sinergi ini, informasi tentang produk dan layanan keuangan dapat tersebar luas ke masyarakat, sehingga mereka lebih terlindungi dari penipuan.
Media diharapkan tidak hanya bertindak sebagai penghubung informasi, tetapi juga sebagai pendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya penggunaan layanan keuangan yang resmi dan terpercaya. Dengan demikian, masyarakat dapat terhindar dari jebakan aktivitas keuangan yang merugikan.
Keberadaan Layanan Konsumen yang Mendukung OJK
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kepada konsumen, OJK mencatat adanya 657 layanan konsumen yang tersedia. Layanan ini mencakup berbagai kategori seperti penerimaan informasi dan pengaduan, yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Dari total layanan tersebut, mayoritas merupakan layanan terkait perbankan, diikuti oleh layanan dari perusahaan pembiayaan dan fintech. Hal ini menunjukkan bahwa OJK memberi perhatian besar pada sektor perbankan sebagai tulang punggung sistem keuangan negara.
Tidak hanya itu, OJK juga menyediakan layanan untuk pergadaian, dana pensiun, serta asuransi. Dengan keberadaan berbagai layanan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses informasi yang mereka butuhkan sehingga pengambilan keputusan finansial dapat dilakukan dengan bijak.
Komitmen OJK untuk Menciptakan Ekosistem Keuangan yang Berkelanjutan
Secara keseluruhan, seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh OJK adalah untuk menciptakan masyarakat yang melek finansial. Dengan ini, diharapkan masyarakat bisa mengakses layanan keuangan secara bijak dan berperan aktif dalam ekosistem keuangan yang adil dan transparan.
Amiruddin menambahkan bahwa komitmen OJK ini merupakan langkah nyata dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Dengan meningkatnya pemahaman, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi lebih aktif dalam perekonomian.
OJK berencana untuk terus melanjutkan program-program edukasi agar semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat. Dengan pendekatan yang tepat dan keterlibatan semua pihak, cita-cita untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan bukanlah perkara yang mustahil.


