www.narasiutama.id – Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 telah resmi dibuka di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada tanggal 6 Desember. Acara ini merupakan inisiatif Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mempercepat transformasi industri olahraga di tanah air dan menjadikannya sebagai platform yang kuat bagi para pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan betapa pentingnya Indonesia untuk bergerak dari posisi sebagai pasar olahraga yang sekadar konsumen, menjadi sebuah kekuatan yang memiliki pengaruh dalam industri olahraga global. Dengan potensi besar yang dimiliki, Indonesia diharapkan bisa mengambil peran lebih aktif di kancah internasional.
Melalui ISS 2025, pemerintah berkomitmen untuk tidak hanya menjadi tuan rumah bagi berbagai event olahraga, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor olahraga sebagai bagian dari perekonomian nasional.
Pentingnya Perubahan Mindset di Industri Olahraga Indonesia
Erick Thohir dalam pidato pembuka menekankan pentingnya melakukan perubahan mindset di kalangan seluruh stakeholders industri olahraga. Dia mengingatkan bahwa untuk mencapai target sebagai kekuatan baru di industri olahraga dunia, diperlukan kerjasama dan regulasi yang jelas antara semua pihak.
Ia melanjutkan dengan menunjukkan data yang menggambarkan dominasi Amerika Serikat atas pasar global, dengan nilai penjualan mencapai US$521 miliar pada tahun 2024. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya.
Melihat berbagai pengalaman berharga Indonesia dalam menjadi tuan rumah event internasional, mulai dari Asian Games hingga Piala Dunia, Erick optimis bahwa momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan sektor olahraga berbasis industri.
Kebijakan dan Regulasi yang Mendukung Pertumbuhan Sektor Olahraga
Erick juga menekankan bahwa perubahan yang ingin dicapai tidak dapat terwujud tanpa adanya kebijakan yang saling mendukung dan tidak kontradiktif. Kebijakan yang jelas dan terarah akan mempermudah pengembangan dan kemajuan industri olahraga di Indonesia.
“Kalau pengambil kebijakan kontradiktif, pasti tidak bisa. Kita harus membuat kebijakan yang memudahkan, tapi tetap taat administrasi,” ujarnya. Hal ini menjadi sebuah panggilan bagi semua pemangku kebijakan untuk bersinergi dalam membangun industri olahraga yang berkelanjutan.
Pentingnya reformasi kebijakan menjadi syarat utama untuk menciptakan ekosistem olahraga yang produktif dan berdaya saing ini juga ditekankan oleh Erick. Tanpa adanya upaya untuk memperbaiki regulasi, langkah apapun untuk memajukan sektor olahraga akan terhambat.
ISS sebagai Langkah Awal Menuju Penguatan Ekosistem Olahraga
ISS 2025 dirancang sebagai sebuah platform kolaborasi yang melibatkan atlet, pemerintah, investor, komunitas olahraga, dan generasi muda. Ini bukan sekadar acara, tetapi merupakan sebuah perjalanan panjang menuju pembentukan ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan inklusif.
Melalui berbagai kegiatan seperti diskusi panel, pameran industri, dan job fair, ISS diharapkan mampu menghasilkan peluang investasi dan inovasi yang signifikan. Dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, acara ini menjadi sangat relevan untuk menciptakan ekosistem yang kompetitif
Di sisi lain, Kemenpora telah menegaskan bahwa ISS adalah pintu masuk untuk mereformasi sistem olahraga di Indonesia. Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan ISS 2025 bisa menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam industri olahraga global.


