www.narasiutama.id – Pertamina Patra Niaga Sulawesi, bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Makassar serta Hiswana Migas DPC I Sulawesi, telah melaksanakan monitoring penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 Kg. Kegiatan ini berlangsung pasca perayaan Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026 di wilayah Kota Makassar, dengan tujuan memastikan ketersediaan energi dan kelancaran distribusi.
Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyaluran berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan BBM dan LPG selama periode liburan panjang ini.
Tim monitoring menargetkan beberapa lokasi strategis, termasuk SPPBE PT Global Trend Sejahtera, Pangkalan LPG 3 Kg, dan beberapa SPBU. Dengan pengawasan yang ketat, semua fasilitas ini diharapkan mampu beroperasi secara optimal selama masa puncak konsumsi.
Pentingnya Monitoring Energi Selama Perayaan
Pemantauan yang dilakukan oleh Pertamina, Disdagperin, dan Hiswana Migas merupakan langkah penting untuk menjaga ketersediaan energi. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar, Ibu Evi Aprialti, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam memastikan distribusi yang efisien.
Kegiatan ini melibatkan pengecekan operasional SPPBE, SPBU, dan pangkalan LPG. Staf dari masing-masing instansi turut hadir untuk memantau ketersediaan dan distribusi bahan bakar selama periode libur yang seringkali memicu lonjakan permintaan.
Monitoring juga mencakup pengujian kebocoran di SPPBE dan penimbangan tabung LPG. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan layanan yang aman dan sesuai standar, sehingga tidak perlu khawatir untuk mendapatkan energi.
Tanggung Jawab Bersama Dalam Distribusi Energi
Selama kunjungan, tim memastikan bahwa semua lokasi beroperasi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Keberadaan petugas marshal di SPBU juga sangat membantu dalam mengatur antrean dan menjamin kenyamanan konsumen saat mengisi BBM.
Pemantauan lebih lanjut dilakukan pada takaran dispenser BBM, untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan yang merugikan konsumen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua dispenser beroperasi dalam batas toleransi yang sesuai dengan regulasi yang ada.
Dengan demikian, semua pihak dapat memiliki rasa aman saat menggunakan layanan energi selama periode kritis ini. Guna menaikkan daya resiliensi, perlu adanya koordinasi yang lebih baik dari seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran energi.
Memastikan Stok Energi yang Cukup Menjelang Tahun Baru
Perwakilan dari Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Wahyu Purwatmo, menjelaskan bahwa stok LPG 3 Kg di Kota Makassar dalam kondisi aman. Ia menekankan komitmen perusahaan untuk menjaga pasokan yang memadai selama periode Natal dan Tahun Baru.
Seluruh SPPBE dan SPBU telah dipastikan beroperasi dengan baik. Bahkan pada masa libur, suplai tambahan LPG 3 Kg tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Dari hasil monitoring yang dilakukan, tidak ditemukan kendala signifikan dalam distribusi. Dengan langkah antisipatif ini, Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan energi yang diperlukan masyarakat tanpa henti.
Harapan Untuk Masa Depan Energi yang Berkelanjutan
Ke depan, diharapkan kerjasama ini dapat terus berlanjut dalam menjaga ketersediaan energi untuk masyarakat. Monitoring yang dilakukan selama periode Natal dan Tahun Baru ini hanyalah satu dari sekian banyak langkah yang harus diambil oleh semua pihak terlibat.
Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini, masa depan distribusi energi dapat menjadi lebih andal dan memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Upaya yang dilakukan diharapkan bukan hanya berlaku untuk momen-momen tertentu, tapi juga untuk periode biasa.
Setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada yang terabaikan dalam hal akses energi. Dengan komitmen tersebut, masyarakat dapat memperoleh energi yang aman dan sesuai dengan harapan mereka.


