www.narasiutama.id – Rapat kerja yang diadakan oleh Komisi B DPRD Kota Makassar bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) membahas pentingnya evaluasi pendapatan daerah. Pertemuan ini dilakukan untuk menilai capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun sebelumnya dan merumuskan strategi guna meningkatkan pendapatan pada tahun mendatang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, menekankan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk memetakan langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk mencapai target PAD yang lebih tinggi. Hal ini merupakan langkah awal yang penting untuk menggali potensi pendapatan daerah.
Dalam rapat tersebut, pihak Bapenda memberikan pemaparan mengenai pencapaian PAD Kota Makassar. Realisasi PAD untuk tahun 2025 tercatat meningkat signifikan, mendekati angka Rp1,9 triliun, yang menunjukkan perkembangan positif bagi keuangan daerah.
Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah di Tahun 2026
Pemerintah Kota Makassar menargetkan untuk mencapai PAD sebesar Rp2,4 triliun pada tahun 2026. Ismail menyatakan bahwa target ini disusun dengan mempertimbangkan capaian sebelumnya dan potensi yang ada di lapangan.
Refleksi awal tahun ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi pencapaian serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Komisi B berusaha memahami gebrakan-gebrakan yang akan dilakukan oleh Bapenda untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa pendapatan daerah harus lebih beragam. Ini berarti bahwa Bapenda perlu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan baru yang dapat dimanfaatkan agar target PAD yang ditetapkan dapat tercapai.
Peran Penting Komisi B dalam Pengawasan dan Evaluasi
Komisi B DPRD memiliki tanggung jawab dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja Bapenda. Ismail menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat untuk memastikan strategi yang diterapkan dapat berjalan secara efektif.
Pihaknya berkomitmen untuk mendukung Bapenda dalam upaya mencapai target PAD dengan cara melakukan evaluasi dan memberikan masukan yang konstruktif. Harapannya, sinergi antara kedua instansi ini dapat menciptakan hasil yang optimal.
Dalam rangka memaksimalkan potensi pendapatan, Komisi B juga mendorong kolaborasi antar sektor. Dengan begitu, strategi yang dirumuskan dapat lebih komprehensif dan mencakup seluruh aspek pendapatan daerah yang ada.
Panjang Pijakan dari Sektor Pajak dan Pendapatan Daerah
Kontribusi terbesar terhadap PAD selama tahun lalu masih didominasi oleh BPHTB, PBB, dan pajak reklame. Namun, adanya pertumbuhan signifikan pada sektor pajak restoran dan minuman menjadi sorotan penting bagi Komisi B.
Kegiatan sosialisasi kepada para pengusaha juga menjadi agenda utama dalam rapat tersebut. Ismail menjelaskan bahwa kesadaran dan kepatuhan para pengusaha terhadap pajak sangat penting untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Pemantauan terhadap kafe-kafe yang beroperasi dari rumah pribadi menunjukkan adanya potensi pajak yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bapenda untuk memaksimalkan pendapatannya.
Optimisme dalam Mencapai Target Pendapatan Daerah
Meski ada tantangan yang dihadapi, optimisme tetap menjadi landasan dalam merumuskan strategi ke depan. Ismail menjelaskan bahwa meski banyak pejabat Bapenda yang baru menjabat, mereka sudah dapat menunjukkan capaian yang signifikan.
Memiliki komposisi tim yang baik dan sinergi yang kuat di dalam tubuh Bapenda diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target. Komisi B juga berencana untuk melakukan sidak guna mengawasi pelaksanaan strategi pajak yang telah disusun.
Momentumnya ada, dan harapan untuk meningkatkan PAD di tahun mendatang sangat besar. Komisi B bersama Bapenda diharapkan dapat bekerja sama secara efektif demi kepentingan daerah dan masyarakat.


