www.narasiutama.id – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas Rapat Kerja tahun 2026. Pertemuan ini berlangsung selama tiga hari dari 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Hotel Aston Makassar dengan dihadiri oleh para pengurus LSP Unhas.
Dalam agenda tersebut, pengurus melakukan pembahasan lebih mendalam mengenai program kerja yang akan dijalankan. Berbagai topik strategis terkait kebijakan dan penguatan tata kelola kelembagaan menjadi fokus utama dalam diskusi yang berlangsung.
Sebagai salah satu lembaga yang diakui di bawah universitas, LSP Unhas memiliki 65 skema sertifikasi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Keberadaan LSP Unhas pun semakin vital dengan 147 asesor yang siap mendukung pelaksanaan sertifikasi.
Diskusi Strategis untuk Penguatan Lembaga di Masa Depan
Pertemuan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi dan merumuskan rencana strategis yang akan membawa LSP Unhas ke arah yang lebih baik. Ketua LSP Unhas, Mukti Ali, menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk menjalankan program kerja yang efektif di tahun 2026.
Dalam diskusi tersebut, para pengurus mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide inovatif guna meningkatkan kualitas layanan sertifikasi. Melalui kegiatan ini, LSP Unhas ingin memastikan bahwa orientasi program kerja mereka selaras dengan kebijakan Universitas Hasanuddin secara keseluruhan.
Salah satu pencapaian yang ingin diwujudkan adalah menciptakan kerangka kerja yang lebih terstruktur dan terencana. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anggota pengurus memahami perannya masing-masing demi keberhasilan lembaga ke depan.
Pentingnya Sertifikasi untuk Mahasiswa dan Pasar Kerja
LSP Unhas menempatkan mahasiswa sebagai fokus utama dalam proses sertifikasi. Sertifikasi kompetensi yang dihimpun oleh lembaga ini dirancang untuk menyelaraskan dengan kurikulum pendidikan yang diterima mahasiswa.
Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka ketika memasuki dunia kerja.
Selain itu, LSP Unhas berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas skema sertifikasi agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar. Skema uji kompetensi yang berkualitas menjadi salah satu prioritas dalam menjalankan misi lembaga ini.
Mengoptimalkan Peran dan Fungsi LSP dalam Pendidikan
Pertemuan FGD ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi LSP Unhas dalam mengoptimalkan perannya di bidang pendidikan. Keterlibatan pengurus dalam diskusi strategis ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan rencana yang lebih ambisius pada tahun 2026.
LSP Unhas berupaya menjalin kerja sama yang lebih erat dengan berbagai pihak, termasuk industri, untuk memastikan relevansi sertifikasi yang diberikan. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan output dari lembaga ini dapat memenuhi harapan pasar kerja.
Pengurus juga sepakat untuk memperkuat komunikasi antar anggota sebagai langkah untuk meningkatkan efektivitas operasional lembaga. Kerja sama yang harmonis akan mempermudah pencapaian tujuan bersama dalam menjalankan program-program yang sudah direncanakan.


