www.narasiutama.id – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pelayanan publik yang lebih baik menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Zona Integritas Tahun 2026 di Universitas Hasanuddin (Unhas). Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan bahwa langkah ini merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan.
Kegiatan Kick Off Pelaksanaan Zona Integritas 2026 diselenggarakan di Ruang Rapat Senat di Gedung Rektorat Unhas. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan unit kerja di Unhas, mulai dari para dekan hingga Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), menunjukkan komitmen kolektif untuk perubahan yang lebih baik.
Dalam konteks tersebut, Prof. Jamaluddin Jompa menggarisbawahi pentingnya menguatkan budaya integritas di lingkungan kampus. Hal ini akan menjadi fondasi dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Komitmen Kolektif untuk Membangun Budaya Integritas di Unhas
Setiap pimpinan unit diharapkan dapat memberi perhatian khusus terhadap perubahan yang dibutuhkan. Budaya baru dalam pelayanan publik, yang diutamakan adalah pelayanan prima, menjadi tanggung jawab bersama. Kualitas tatakelola secara langsung berpengaruh pada keberhasilan Zona Integritas di institusi pendidikan ini.
Pentingnya penguatan SDM secara berkelanjutan juga dijelaskan oleh Rektor Unhas. SDM yang mumpuni akan sangat menentukan dalam pelaksanaan program yang telah direncanakan dan dampaknya terhadap pelayanan publik. “Kita harus memastikan bahwa setiap perencanaan dan program yang kita susun benar-benar terimplementasi dengan baik,” ungkapnya.
Prof. Sumbangan Baja, sebagai Sekretaris Universitas, menambahkan bahwa Unhas sudah termasuk dalam perguruan tinggi dengan tingkat partisipasi fakultas tinggi dalam pelaksanaan Zona Integritas. Ini menunjukkan komitmen seluruh unit kerja untuk memenuhi indicator yang telah ditetapkan.
Progres Pembangunan Zona Integritas Tahun 2025
Dari sisi capaian, Unhas telah melampaui target yang ditetapkan kementerian, dengan lebih dari 50 persen unit kerja memenuhi kriteria yang diperlukan. “Ini adalah prestasi yang patut dibanggakan, dan kami berharap seluruh unit kerja dapat segera menyelesaikan pengisian dokumen Zona Integritas,” jelas Prof. Sumbangan Baja.
Lebih lanjut, Ishaq Rahman dari Tim Penilai Perguruan Tinggi Negeri (TP-PTN) Zona Integritas Unhas memaparkan progres pembangunan Zona Integritas di tahun 2025. Strategi yang disusun untuk tahun 2026 pun dibagikan untuk memberikan gambaran akan harapan yang lebih tinggi ke depan.
Ishaq menjelaskan bahwa pada tahun lalu, Kementerian Dikti Saintek mengusulkan lima fakultas dari seluruh PTN di Indonesia untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Unhas berhak bangga karena tiga dari lima fakultas yang diusulkan berasal dari institusi ini.
Harapan yang Tinggi untuk Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi
Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Kehutanan adalah tiga fakultas yang berhasil memperoleh pengakuan tersebut. Capaian ini memberikan optimisme bahwa pada tahun 2026 nanti, Unhas dapat meraih kembali predikat WBK.
Hal ini mencerminkan keseriusan Unhas dalam melakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola serta layanan. Dengan fokus pada 20 unit kerja, yang terdiri dari 18 fakultas dan dua rumah sakit, upaya menjadi lebih terarah dan terukur. Setiap unit dituntut untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan tersebut.
Proses yang dilalui tidaklah mudah, namun seluruh elemen di Unhas menunjukkan komitmennya secara bersama-sama. Keberhasilan dalam pembangunan Zona Integritas ini sangat tergantung pada kolaborasi semua pihak yang terlibat.


