www.narasiutama.id – Politeknik Pariwisata Makassar telah ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan Seleksi Bersama Masuk (SBM) Penerimaan Mahasiswa Baru untuk tahun akademik 2026/2027. Kementerian Pariwisata melakukan peluncuran acara ini di Aula Balairung I Wayan Bendhi dengan dihadiri oleh berbagai pihak penting dalam dunia pendidikan dan pariwisata.
Pelaksanaan SBM diharapkan dapat menjadi momen penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia, terutama dalam bidang pariwisata. Dengan dukungan dari berbagai pihak, proses penerimaan mahasiswa baru bisa lebih transparan dan inklusif.
Peluncuran acara ini juga dihadiri secara daring oleh Menteri Pariwisata, yang memberikan sambutan dan arahan penting. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendidikan tinggi yang berkualitas untuk mendukung perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif.
Rincian Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ini
Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Herry Rachmat Widjaja, memaparkan total kuota penerimaan mahasiswa baru tahun akademik ini mencapai 3.610 orang. Kuota tersebut dibagi menjadi enam politeknik pariwisata yang beroperasi di berbagai daerah.
Dari total kuota yang disebutkan, Poltekpar NHI Bandung memiliki kuota tertinggi dengan 900 mahasiswa. Sementara itu, Poltekpar Bali dan Poltekpar Makassar masing-masing mendapatkan kuota sebanyak 690 dan 600 mahasiswa.
Kuota untuk Poltekpar Medan adalah 660 mahasiswa, diikuti oleh Poltekpar Palembang dengan 400 mahasiswa, dan terakhir Poltekpar Lombok dengan kuota 360 mahasiswa. Pembagian kuota ini secara keseluruhan dirancang untuk mencakup seluruh kebutuhan pendidikan di sektor pariwisata.
Jalur Seleksi yang Tersedia untuk Mahasiswa Baru
Dari total kuota 3.610 mahasiswa, 60 persen atau sekitar 2.166 mahasiswa akan diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM). Ini menunjukkan komitmen untuk menjamin bahwa proses penerimaan berlangsung secara adil dan merata.
Sisanya, yaitu 40 persen atau sekitar 1.400 mahasiswa, akan diterima melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Politeknik (SMMP). Pembagian ini memungkinkan fleksibilitas bagi calon mahasiswa yang memiliki beragam latar belakang dan kemampuan.
Pembagian akhir kuota ini akan disesuaikan dengan beberapa faktor, termasuk kebutuhan masing-masing politeknik dan daya tampung yang ada. Hal ini akan mempertimbangkan rasio dosen, fasilitas praktik, dan juga kebutuhan industri yang terus berkembang.
Inisiatif Kementerian Pariwisata untuk Meningkatkan Kualitas Seleksi
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad Paham, menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi tahun ini dilakukan secara serentak di seluruh politeknik pariwisata. Tujuan utama dari sistem serentak ini adalah untuk meningkatkan kualitas seleksi yang dilakukan.
Dengan cara ini, disparitas mutu antarkampus dapat diminimalkan dan standar pendidikan dapat lebih terjaga. Hal ini akan menciptakan kesempatan yang lebih baik bagi mahasiswa baru yang ingin bergabung dalam dunia pendidikan vokasi pariwisata.
Sistem penerimaan mahasiswa baru yang terpusat dan terkoordinasi menjamin proses yang lebih terbuka dan transparan. Selain itu, diharapkan akses terhadap pendidikan vokasi pariwisata dapat lebih dirasakan oleh masyarakat luas dari berbagai daerah di Indonesia.
Partisipasi Badan Subdirektorat dalam Proses Seleksi
Dalam upaya untuk memperluas akses pendidikan, dua Badan Subdirektorat Kampus (BSDKU) juga turut dilibatkan dalam pelaksanaan SBM tahun ini. BSDKU yang berlokasi di Manado dan Sragen berperan penting dalam memastikan bahwa proses seleksi berjalan dengan baik dan adil.
Skema penerimaan mahasiswa baru tahun ini menjadi berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan melibatkan lebih banyak pihak, proses seleksi diharapkan menjadi lebih inklusif dan bisa menjawab kebutuhan pendidikan di bidang pariwisata secara lebih luas.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Karena itu, pelaksanaan SBM di Politeknik Pariwisata Makassar menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk masa depan pendidikan pariwisata di Tanah Air.


