www.narasiutama.id – Pembangunan masyarakat yang berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama, dan hal ini menjadi fokus utama berbagai lembaga, termasuk Polri. Di Bumi Turatea, tepatnya di Desa Rumbia, Polres Jeneponto telah melaksanakan aksi sosial yang mengedepankan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang kurang mampu.
Pada hari Senin, 2 Februari, kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal gratis ini dilaksanakan dengan antusiasme tinggi dari warga. Metode yang digunakan dalam khitanan kali ini adalah cara modern yang dirancang untuk mengurangi rasa sakit, menjadikannya lebih nyaman bagi anak-anak yang terlibat.
Dalam dua lokasi terpisah, yakni Kampung Kurisi dan Kampung Jangang-Jangang, kegiatan ini menjadi perhatian utama. Para petugas kesehatan yang ditugaskan adalah tenaga medis profesional dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Jeneponto.
Pentingnya Aksi Sosial Kesehatan di Masyarakat Desa
Kesehatan adalah fondasi penting dalam pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, aksi sosial seperti ini tidak hanya memberikan pelayanan langsung, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan.
Kapolres Jeneponto, AKBP Haryo Basuki, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen kepolisian untuk turut serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga membantu pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar masyarakat.
Saat kegiatan berlangsung, terlihat banyak orang tua yang mendampingi anak-anak mereka dengan penuh harapan. Mereka menyadari bahwa khitanan adalah bagian penting dalam tradisi dan kesehatan anak laki-laki. Dukungan dari keluarga sangat vital pada momen-momen tersebut.
Antusiasme Masyarakat dan Partisipasi Aktif
Antusiasme masyarakat tampak nyata dari pagi hari saat kegiatan dimulai. Banyak anak-anak yang terlihat bersemangat, siap untuk mengikuti proses khitanan dengan dukungan orang tua di samping mereka.
Tahapan demi tahapan khitanan diatur dengan baik oleh tenaga medis, sehingga prosesnya berlangsung lancar. Para peserta mendapatkan layanan dengan penuh perhatian dan keprofesionalan dari tenaga kesehatan.
Usai menjalani khitanan, anak-anak tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan tetapi juga bingkisan berupa tas sekolah. Ini menjadi momen berharga yang menggembirakan bagi mereka, memberikan semangat baru untuk belajar.
Pemberian Bingkisan sebagai Penyemangat Belajar
Pemberian tas sekolah menjadi simbol harapan dari Kapolres Jeneponto untuk anak-anak di Kecamatan Rumbia. Tas ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mereka untuk menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Kapolres berharap dengan adanya bingkisan ini, anak-anak akan lebih semangat dalam belajar. Kegiatan ini tidak hanya berbicara tentang kesehatan fisik, tetapi juga mendukung pembangunan mental dan intelektual anak-anak.
Ipda Amirullah, Kasi Dokkes, menambahkan bahwa pemasaran pendidikan juga penting dalam aksi kemanusiaan ini, agar anak-anak merasa diperhatikan dan didorong untuk selalu mencapai prestasi.
Kendala dan Harapan di Masa Depan
Kendala akses terhadap layanan kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil. Namun, kegiatan seperti ini adalah langkah awal untuk menjawab tantangan tersebut dan memberikan pelayanan yang merata.
Selanjutnya, diharapkan para stakeholder lainnya juga dapat ikut berkontribusi dalam program-program serupa. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, Polres Jeneponto tidak hanya mengimplementasikan tugasnya dalam menjaga Kamtibmas, tetapi juga berupaya aktif dalam menyentuh hati masyarakat melalui aksi-aksi sosial yang nyata.


