www.narasiutama.id – Panitia Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk periode 2026-2030 telah mengadakan Rapat Koordinasi Persiapan Pemilihan yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari. Pertemuan yang diadakan di Ruang Rapat MWA, Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan termasuk Ketua Majelis Wali Amanat dan tim panitia dari berbagai unsur, bertujuan untuk memastikan kesiapan setiap tahapan pemilihan.
Dalam rapat tersebut, ada pembahasan penting mengenai mekanisme dan jadwal pemilihan yang direncanakan akan berlangsung pada 12 Januari 2026 di Kampus Unhas Jakarta, Petojo. Penentuan waktu dan lokasi ini merupakan hasil konsultasi antara Ketua MWA dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelum pertemuan berlangsung.
Pada pertemuan sebelumnya, Menteri Dikti Saintek bersama para calon rektor Unhas telah membahas potensi tanggal untuk pemilihan ini. Wacana untuk menggelar pemilihan tersebut pada pertengahan bulan Januari 2026 sudah mulai dipertimbangkan, dan hasil koordinasi lebih lanjut menghasilkan kesepakatan yang jelas.
Persiapan Teknis Pemilihan Rektor Unhas yang Memadai
Panitia Pemilihan Rektor segera melaksanakan persiapan teknis yang komprehensif. Hal ini meliputi pengaturan logistik, penyampaian informasi kepada semua pihak terkait, serta koordinasi dengan anggota Majelis Wali Amanat. Sebagai bagian dari rangkaian ini, Rapat Paripurna Terbuka untuk pemilihan Rektor juga akan dilakukan.
Rapat Paripurna ini direncanakan untuk menampilkan presentasi dari masing-masing calon rektor. Di antara calon tersebut terdapat nama-nama terkemuka seperti Prof. dr. Budu dan Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, yang sudah memiliki rekam jejak yang baik di dunia akademis.
Setelah presentasi, akan ada sesi tanya jawab yang bertujuan mendalami visi dan misi dari masing-masing calon rektor. Ini menjadi kesempatan yang penting bagi anggota MWA untuk menggali informasi yang lebih dalam sebelum mengambil keputusan akhir.
Proses Pengambilan Keputusan yang Demokratis
Ketika semua informasi telah disampaikan dan dibahas, langkah berikutnya adalah menggelar Rapat Tertutup MWA untuk memutuskan metode pemilihan. Apakah pengambilan keputusan akan dijalankan menggunakan musyawarah mufakat atau melalui pemungutan suara adalah hal yang akan didiskusikan lebih lanjut.
Keputusan ini penting karena dapat mempengaruhi legitimasi dari Rektor yang terpilih. Agar proses pemilihan berlangsung secara transparan dan akuntabel, setiap tahapan perlu dicermati dengan baik oleh semua anggota dewan.
Setelah keputusan telah diambil, acara akan ditutup dengan pengumuman Rektor terpilih untuk periode 2026-2030. Momen ini menjadi puncak dari berbagai proses yang telah dilalui dan merupakan tanggung jawab besar bagi calon yang terpilih untuk memimpin universitas ke arah yang lebih baik.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Proses Pemilihan
Keterlibatan berbagai pihak dalam pemilihan rektor mencerminkan sistem pemerintahan universitas yang demokratis. Dalam konteks ini, peran anggota MWA yang terdiri dari berbagai latar belakang sangatlah krusial. Mereka bukan hanya menjalankan fungsi administratif tetapi juga memberikan masukan yang berharga dalam menentukan arah kebijakan pendidikan.
Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai sektor dalam MWA memperkaya perspektif yang dihadirkan dalam rapat. Hal ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Unhas, terutama dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan yang semakin kompleks.
Dengan adanya sinergi yang kuat di antara semua pihak, diharapkan pemilihan rektor kali ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk pengembangan universitas ke depan. Komitmen bersama untuk memberikan yang terbaik bagi generasi mendatang harus selalu dijaga.


