www.narasiutama.id – Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian seorang anak bernama Muh. Alfatih (3) yang dilaporkan tenggelam di perairan Pantai Pulau Saboyang, Desa Balabalakang. Hingga hari ketiga pencarian, korban masih belum ditemukan, menimbulkan keprihatinan di kalangan warga dan pihak terkait.
Operasi pencarian ini merupakan langkah serius yang diambil oleh tim, mengingat bahaya yang mengancam keselamatan anak tersebut. Upaya pencarian ini menyatukan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait dalam satu misi mencari nyawa yang hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju, Mahmud Afandi, menjelaskan bahwa operasi pada hari ketiga dimulai dengan pembagian tim menjadi dua unit pencarian. Pengorganisasian yang baik ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan meningkatkan peluang untuk menemukan bocah malang tersebut.
Strategi dan Metode Pencarian Tim SAR di Laut
Pada hari ketiga pencarian, tim SAR membagi diri menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau area yang lebih luas. SRU I menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 untuk menyisir sejauh 45 nautical mile, sedangkan SRU II dengan RIB 01 menyisir area barat daya sejauh 50 nautical mile, sesuai dengan peta pencarian yang telah disusun.
Penggunaan dua unit RIB merupakan langkah strategis untuk maksimalisasi pencarian di seluruh area yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya korban. Para anggota tim dilengkapi dengan peralatan navigasi dan komunikasi untuk menjaga koordinasi yang efisien selama pencarian berlangsung.
Walaupun pencarian berlangsung hingga sore hari, hasil yang diperoleh masih nihil. Seluruh tim kemudian kembali ke dermaga untuk beristirahat dan mempersiapkan diri melanjutkan operasi pada hari berikutnya, menandakan fokus dan determinasi tim SAR.
Kondisi Cuaca dan Tantangan yang Dihadapi Tim Pencarian
Kondisi cuaca di lokasi pencarian terbilang sulit, dengan angin yang cukup kencang dari arah timur laut hingga barat laut. Gelombang laut juga dilaporkan mencapai ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter, yang tentunya menambah tantangan bagi tim SAR dalam melakukan pencarian.
Selain itu, hujan yang cukup intens mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan visibilitas yang rendah bagi tim SAR saat melakukan pemantauan. Meski begitu, semangat dan keberanian tim tidak luntur, mereka tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencarian demi keselamatan korban.
Tim SAR juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi tambahan yang dapat membantu dalam pencarian. Sinergi antara pihak berwenang dan warga diharapkan dapat memperluas area pencarian dan meningkatkan kesempatan untuk menemukan korban.
Kerjasama antara Instansi dan Masyarakat Dalam Pencarian
Keterlibatan berbagai pihak, termasuk BPBD Sulawesi Barat dan pemerintah Kecamatan Balabalakang, menunjukkan komitmen kolaboratif dalam usaha pencarian ini. Setiap unsur tim SAR memiliki peranan masing-masing yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan utama, yakni menemukan Muh. Alfatih.
Masyarakat setempat juga turut aktif dalam mendukung operasi pencarian, memberikan informasi dan berpartisipasi dalam berbagai cara. Keterlibatan masyarakat menciptakan ikatan yang lebih kuat, menunjukkan bahwa pencarian ini bukan saja tanggung jawab tim SAR, tetapi juga menjadi tanggung jawab kolektif.
Dengan banyaknya pihak yang berkontribusi, diharapkan harapan untuk menemukan korban terus terjaga. Kerjasama yang solid ini bisa menjadi contoh bagaimana masyarakat dan instansi pemerintah dapat bersatu untuk membantu satu sama lain dalam masa sulit.


