www.narasiutama.id – Dalam konteks politik Indonesia, penting untuk diingat bahwa kekuasaan tidak seharusnya dimanfaatkan demi kepentingan individu atau kelompok tertentu. Pernyataan ini disampaikan dengan tegas oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam sebuah konferensi partai yang diselenggarakan baru-baru ini. Ia mengingatkan bahwa anggaran negara tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan pemilihan umum yang bersifat elektoral, yang berpotensi merugikan masyarakat luas.
Dalam pidatonya, Hasto menekankan bahwa integritas dan prinsip-prinsip dasar Pancasila serta konstitusi harus dijadikan landasan dalam berpolitik. Menurutnya, politik yang baik tidak hanya soal menaklukkan lawan, tetapi lebih kepada perwujudan nilai-nilai kebangsaan dan kepentingan rakyat secara umum.
Ia juga menegaskan bahwa semua institusi negara, termasuk TNI dan Polri, harus menjalankan fungsi mereka dengan baik dan tidak dijadikan alat politik. Hal ini mencerminkan pandangannya bahwa keamanan dan ketertiban adalah prioritas yang lebih penting ketimbang kepentingan kekuasaan semata.
Pentingnya Integritas dalam Politik di Indonesia
Hasto berpendapat bahwa pengalaman pemilihan umum sebelumnya menunjukkan perlunya kejujuran dalam kampanye politik. Pada pemilu 2019, partai hanya mengalami peningkatan suara yang terbilang kecil. Dari hal ini, ia belajar bahwa penggunaan sumber daya negara untuk kepentingan pemilihan umum bukanlah jalan yang benar.
Ke depan, Hasto berharap para kader partai dapat mengevaluasi kesalahan yang ada dan kembali kepada watak politik yang etis. Semua ini bertujuan agar politik di Indonesia bisa lebih terarah dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Hasto juga mengingatkan akan bahaya praktik politik yang tidak sehat. Ia menekankan bahwa jika politik hanya dipandang sebagai ajang kemenangan semata, maka akan muncul praktik adu domba yang merugikan. Ini merupakan warisan dari masa kolonialisme yang perlu dihindari.
Pentingnya Kerja Sama dalam Berkegiatan Politis
Dalam membangun politik yang lebih baik, Hasto menekankan bahwa kerja sama antar partai politik sangatlah penting. Ia menyerukan kepada semua pihak untuk berkompetisi secara sehat, tanpa harus terjerumus dalam praktik manipulasi yang merugikan demokrasi.
Hasto menegaskan bahwa seluruh kader partai harus belajar dari sejarah para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri, yang telah melalui banyak ujian untuk memperjuangkan demokrasi. Mereka menjadi teladan tentang pentingnya pengorbanan demi cita-cita yang lebih tinggi.
Hasto juga mengingatkan, dalam perjuangan politik, tidak ada yang namanya zona nyaman, melainkan harus ada semangat juang yang tinggi. Ini merupakan pesan yang diwartakan Megawati kepada kader PDI Perjuangan untuk tetap kuat dan berdedikasi.
Perjuangan Melawan Kecurangan dalam Pemilu
Hasto dengan tegas menyatakan bahwa kecurangan dalam pemilu adalah ancaman serius bagi demokrasi. Baginya, tindakan itu bukan sekadar masalah kalah atau menang, melainkan juga merupakan pembunuhan terhadap nilai-nilai demokrasi yang harus dijaga.
Pentingnya integritas dalam pemilu harus dijunjung tinggi, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap sistem yang ada. Semua ini memerlukan komitmen dari para politisi untuk tidak menyimpang dari prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan.
Melalui semua pernyataan ini, Hasto menunjukkan bahwa politik yang baik adalah politik yang berlandaskan pada etika dan moralitas. Suatu hal yang harus terus diperjuangkan untuk menjamin masa depan yang lebih baik bagi bangsa.


