www.narasiutama.id – Panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar melawan Malut United pada pekan ke-15 Super League 2025/2026 hanya menyediakan sekitar 3.000 lembar tiket. Jumlah yang terbatas ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan laga kandang sebelumnya, angka ini bahkan tidak mencapai setengah dari kapasitas stadion yang ada.
Pertandingan yang dinantikan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Kickoff dijadwalkan dimulai pada pukul 15.30 WIB atau 16.30 Wita pada hari Minggu, 21 Desember mendatang.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, telah mengkonfirmasi pembatasan kuota tiket tersebut. Menurutnya, panitia hanya menyiapkan tiket sekitar tiga ribu lembar untuk pertandingan ini.
Alasan di Balik Pembatasan Kuota Tiket untuk Pertandingan Ini
Pembatasan jumlah tiket yang dijual diambil berdasarkan hasil koordinasi antara pihak panitia dan kepolisian setempat. Meskipun Stadion Gelora BJ Habibie memiliki kapasitas mencapai 8.500 penonton, namun jumlah tiket yang tersedia tidak mencapai 50 persen dari total kapasitas yang ada.
Jika dibandingkan dengan laga kandang yang dihadapi PSM sebelumnya, terdapat penurunan signifikan dalam jumlah penonton. Pada saat PSM Makassar menjamu Persebaya Surabaya, total penonton yang hadir mencapai 6.434 orang, hampir dua kali lipat dari tiket yang disediakan untuk pertandingan melawan Malut United.
Jumlah kuota tiket yang menurun ini jelas berbanding terbalik dengan harapan dari tim pelatih PSM Makassar. Pelatih PSM, Tomas Trucha, sebelumnya menyatakan bahwa ia menginginkan dukungan penuh dari para suporter di laga-laga berikutnya.
Harapan Tim Pelatih Terhadap Dukungan Suporter di Laga Selanjutnya
Tomas Trucha berusaha untuk membangkitkan semangat suporter agar tetap hadir dan mendukung tim dalam pertandingan yang akan datang. Ia berharap jumlah penonton tidak hanya sama dengan laga sebelumnya, melainkan bisa meningkat agar memberikan dukungan terbaik bagi tim.
“Saya berharap lebih banyak suporter akan datang di pertandingan melawan Malut. Kita perlu memberikan performa terbaik dan meraih tiga poin yang diharapkan,” jelasnya. Harapan tersebut menunjukkan kerinduan tim akan dukungan yang meriah dari penonton.
Walaupun dengan kuota penonton yang terbatas, PSM Makassar tetap menargetkan hasil maksimal. Konsistensi performa di Super League 2025/2026 menjadi fokus utama tim dalam menghadapi Malut United.
Analisis Dampak Terhadap Atmosfer Pertandingan dan Tim
Pengurangan kuota tiket tentunya akan mempengaruhi atmosfer pertandingan di Stadion Gelora BJ Habibie. Meskipun dukungan suporter berkurang, tim tetap optimis bisa memberikan penampilan menawan dalam setiap laga.
Penting bagi tim untuk tetap menjaga moral dan semangat lebih meskipun dengan penonton yang sedikit. Setiap laga adalah kesempatan bagi mereka untuk mengalami pertumbuhan, serta berusaha meraih hasil terbaik dari setiap pertandingan.
Bagi para pendukung, keputusan untuk mengurangi jumlah tiket bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun di sisi lain, ada harapan bahwa pertandingan berikutnya bisa dihadiri lebih banyak penonton dengan situasi yang lebih baik.


