• Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Senin, 22 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
Narasi Utama
  • Home
  • News
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • News
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Narasi Utama
No Result
View All Result

Risiko Ekonomi di Era Prabowo Menurut Purbaya dibandingkan dengan Era Jokowi

Risiko Ekonomi di Era Prabowo Menurut Purbaya dibandingkan dengan Era Jokowi

BacaJuga

Sejarah Baru IHSG Mencapai 8000 Saat Pidato Perdana Presiden Prabowo

Sejarah Baru IHSG Mencapai 8000 Saat Pidato Perdana Presiden Prabowo

Kinerja Positif Pelindo Pertumbuhan Arus Peti Kemas karena Ekonomi dan Rute Baru

Kinerja Positif Pelindo Pertumbuhan Arus Peti Kemas karena Ekonomi dan Rute Baru

www.narasiutama.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi peringatan tegas mengenai risiko yang mengancam perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia mencatat, kontribusi sektor swasta perlu ditekankan, terutama dalam menghadapi tantangan likuiditas yang semakin ketat.

Purbaya menyampaikan pandangannya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Ia menyoroti bagaimana sektor swasta sering kali menjadi penggerak utama ekonomi, dan jika tidak ditingkatkan, hal ini dapat menghambat pertumbuhan yang diharapkan.

Di era kepemimpinan sebelumnya, ketergantungan pada pengeluaran pemerintah telah menyebabkan ekonomi tidak berkembang secara optimal. Berdasarkan analisis tersebut, kontribusi dari sektor swasta sangat dibutuhkan untuk menciptakan momentum pertumbuhan yang lebih baik.

Pentingnya Kontribusi Sektor Swasta dalam Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya menjelaskan bahwa selama pemerintahan sebelumnya, sektor swasta seolah terabaikan. Situasi ini membuat pertumbuhan ekonomi stagnan, dengan kontribusi swasta yang seharusnya mencapai 90% hanya terpenuhi sebagian kecil.

Ia memperingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh terus berlanjut, mengingat perekonomian nasional sangat bergantung pada partisipasi aktif sektor swasta. Tanpa dukungan yang memadai, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa hilang.

Selama masa kepemimpinan Joko Widodo, sektor swasta mengalami penurunan kontribusi yang signifikan. Dampak ini terlihat nyata pada pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar di bawah 5% dibandingkan dengan periode sebelumnya yang bisa mencapai rata-rata 6%.

Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi pada Masa Jabatan yang Berbeda

Purbaya mencatat bahwa pertumbuhan basis moneter di era Susilo Bambang Yudhoyono mencapai lebih dari 17%. Hal ini berdampak positif pada likuiditas dan penyaluran kredit, yang tumbuh pesat hingga 22%.

Dampak dari likuiditas yang sehat tersebut terlihat jelas pada peningkatan penerimaan pajak. Di atas kertas, rasio pajak pada masa itu lebih tinggi sekitar 0,6% dibandingkan dengan pemerintahan Jokowi, yang menunjukkan kekuatan sektor swasta dalam mendukung perekonomian.

Saat ini, tantangan yang dihadapi adalah memulihkan kondisi moneter dan fiskal yang sehat. Purbaya mengharapkan agar pemerintah dan sektor swasta dapat bersinergi lebih baik demi keberlanjutan perekonomian.

Risiko Ketidakstabilan Ekonomi Jika Tidak Ada Perbaikan

Jika belanja pemerintah tidak berjalan sesuai harapan dan kebijakan moneter tidak mendukung sektor riil, dampaknya bagi masyarakat bisa sangat merugikan. Purbaya mengungkapkan kekhawatirannya akan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat yang dapat memicu demonstrasi.

Menurutnya, tanpa adanya langkah konkret untuk menghidupkan kembali sektor riil, tekanan ekonomi yang berkepanjangan dapat menciptakan krisis. Situasi ini tentu saja berbahaya bagi stabilitas sosial dan ekonomi di tanah air.

Purbaya menekankan pentingnya menjaga agar mesin fiskal dan moneter tetap berfungsi. Keduanya harus mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Langkah-Langkah untuk Mengatasi Krisis Likuiditas yang Terjadi

Dalam upaya mengatasi potensi krisis, Purbaya menjanjikan untuk menghidupkan kembali mesin fiskal dan moneter. Jenis kebijakan ini dianggap penting untuk memastikan bahwa likuiditas dapat kembali mengalir dalam perekonomian.

Ia menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses belanja pemerintah, tetapi ia juga menekankan bahwa hal ini saja tidak cukup. Upaya untuk mengembalikan likuiditas ke dalam sistem perbankan juga harus menjadi prioritas.

Purbaya mengungkapkan potensi likuiditas yang bisa dialokasikan dari kas Bank Indonesia. Dengan memanfaatkan dana yang ada, ia yakin dapat memberikan suntikan yang diperlukan untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi yang terhambat.

Dengan rasa optimisme, Purbaya mengajak semua pihak untuk bekerja sama. Mengingat bahwa sektor swasta adalah salah satu pilar penopang perekonomian, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat diperlukan agar Indonesia dapat bangkit dari ketidakpastian ekonomi yang ada saat ini.

Seiring berjalannya waktu, harapannya, perekonomian Indonesia akan kembali menguat dengan kontribusi semua pemangku kepentingan yang berperan aktif. Hal ini tentu dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh nusantara.

Previous Post

Tindak Lanjut Edaran Mendagri, Makassar Perkuat Siskamling dan Pos Ronda

Next Post

Soal Gugatan Rp800 Miliar ke Polda Sulsel, Menko: Kami Siap Menghadapi

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
Narasi Utama

© 2025 Narasiutama.id. Seluruh konten dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta.

Informasi Kami

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2025 Narasiutama.id. Seluruh konten dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In