www.narasiutama.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini memberi kontribusi nyata dalam bidang pengabdian masyarakat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin – Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M), tim Unhas mengadakan acara Capacity Building yang ditujukan bagi Kelompok Perikanan Kedai Pesisir di Kelurahan Cappagalung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 5 Juli, di Sekretariat Kelompok Perikanan Kedai Pesisir. Kegiatan ini membawa tema penting, yaitu “Capacity Building Poklahsar Kedai Pesisir melalui Penerapan Sistem Jaminan Mutu Hilirisasi Hasil Perikanan,” dan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam pengolahan hasil perikanan.
Selain itu, peningkatan pemahaman tentang standar keamanan kerja juga menjadi fokus utama dalam acara ini. Diharapkan, peserta acara dapat menggunakan ilmu yang didapat untuk mengoptimalkan hasil kerja mereka di masa mendatang.
Acara ini meliputi berbagai aktivitas, seperti penyuluhan tentang jenis-jenis ikan alternatif yang bisa dijadikan bahan baku abon. Pelatihan mengenai Good Manufacturing Practices (GMP) dan prosedur kesehatan juga dilaksanakan dengan sangat sistematis dan terperinci.
Praktik keselamatan kerja menggunakan peralatan manual dilakukan untuk memastikan bahwa semua peserta memahami pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Selain itu, bantuan alat pemadam api ringan (APAR) juga diserahkan kepada mitra sebagai langkah preventif dalam menjaga keselamatan.
Nursinah, salah satu anggota tim pelaksana Unhas, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menjawab tantangan yang dihadapi para mitra. Salah satunya adalah ketergantungan mereka terhadap ikan tuna yang musiman dan harus diambil dari Makassar, padahal ada banyak ikan lokal yang bernutrisi baik di sekitar Kota Parepare.
Rendahnya pemahaman mitra tentang keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Nursinah menambahkan bahwa banyak dari mereka belum memahami penanganan yang benar dalam situasi darurat, seperti kebocoran gas saat produksi.
“Kami ingin memberdayakan mitra dengan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal, sambil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya standar mutu dan keselamatan kerja dalam proses produksi,” katanya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari hibah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di Unhas. Staf LPPM menyatakan bahwa program ini menjadi contoh mendukung pengembangan komunitas lokal melalui pendidikan dan pelatihan.
Tujuan dan Manfaat Capacity Building untuk Komunitas Setempat
Tujuan utama dari kegiatan Capacity Building ini adalah untuk meningkatkan keterampilan para nelayan dan pengolah ikan di kawasan tersebut. Dengan adanya peningkatan keterampilan, mereka diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendiversifikasi sumber bahan baku, sehingga tidak hanya bergantung pada ikan tuna. Dengan diberikannya pengetahuan tentang ikan alternatif, diharapkan komunitas dapat lebih fleksibel dalam memilih bahan baku mereka.
Dari pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), peserta belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mutu produk. Hal ini sangat penting agar produk dapat diakui dan diterima di pasar yang lebih luas.
Program ini juga menyadarkan para peserta akan pentingnya keselamatan kerja. Dengan pengetahuan yang lebih baik mengenai kesehatan dan keselamatan, mereka dapat melindungi diri sendiri dan orang lain di lingkungan kerja.
Secara keseluruhan, manfaat dari inisiatif ini tidak hanya dirasakan oleh individu atau kelompok, tetapi juga dapat memengaruhi perekonomian lokal. Dengan produk yang lebih berkualitas dan aman, komunitas dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar.
Keberlanjutan Program dan Rencana Tindak Lanjut
Keberlanjutan program Capacity Building ini sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat yang didapat tidak hilang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pihak Universitas Hasanuddin berencana untuk melakukan tindak lanjut dan evaluasi secara berkala.
Tim Unhas akan tetap berinteraksi dengan para mitra untuk mengevaluasi perkembangan yang telah dicapai. Melalui komunikasi yang terus-menerus, mereka dapat memberikan dukungan tambahan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di samping itu, akan ada workshop lanjutan yang akan membahas aspek-aspek baru dalam pengolahan ikan dan pasar. Workshop ini diharapkan dapat menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidangnya untuk memberikan wawasan yang lebih dalam.
Melalui program ini, diharapkan Kelompok Perikanan Kedai Pesisir akan mampu bertahan dan berkembang dalam menjalankan usaha mereka. Peningkatan kapasitas juga diharapkan dapat menjadi model bagi kelompok-kelompok lain di daerah tersebut.
Berdasarkan pencapaian yang telah ditorehkan, hasil kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi institusi lain untuk mengembangkan kerjasama antara akademisi dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, banyak masalah di lapangan yang bisa diatasi secara efektif.
Inspirasi dalam Pengembangan Komunitas Pesisir
Pengembangan kapasitas di komunitas pesisir seperti yang dilakukan oleh Unhas menjadi inspirasi bagi banyak daerah lain. Dengan pendekatan berbasis komunitas, setiap individu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan usaha mereka sendiri.
Program ini menunjukkan bahwa dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, masyarakat pesisir dapat mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu.
Lebih penting lagi, pendekatan holistik ini membantu mendorong rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan di antara para anggota komunitas. Ketika individu menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup, secara tidak langsung mereka juga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya yang ada.
Inisiatif semacam ini harus terus didorong oleh semua pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat sipil. Dengan kerjasama, pencapaian tujuan yang lebih besar dalam pengembangan sosial dan ekonomi dapat terwujud.
Akhirnya, kegiatan ini merupakan langkah awal bagi Kelompok Perikanan Kedai Pesisir untuk memulai sebuah proses transisi menuju usaha yang lebih berkelanjutan. Harapan ke depan adalah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat lokal.


