www.narasiutama.id – Yosua Holy Masihor, petinju muda berbakat dari Sulawesi Selatan, telah menorehkan prestasi luar biasa dengan mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Tinju Dunia yang akan digelar di Dubai, Uni Emirat Arab. Kejuaraan ini, dikenal sebagai Kejuaraan Dunia IBA, dijadwalkan berlangsung dari 2 hingga 17 Desember 2025.
Keberhasilan Yosua tidak datang begitu saja. Dia merupakan peraih medali emas di kelas 54 kilogram pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, dan juga berhasil meraih emas di Kejuaraan Tinju Asia di Negeri Sembilan, Malaysia, setelah mengalahkan petinju tuan rumah di final.
Kemampuan Yosua tidak hanya dibentuk oleh bakatnya, tetapi juga didukung oleh pengalamannya dalam Pelatihan Nasional. Pelatihnya, Dufri Masihor, yang juga ayah Yosua, adalah mantan petinju Timnas Indonesia dan peraih medali emas SEA Games 1997. Kombinasi ini menjadikan Yosua semakin siap menghadapi kompetisi tingkat dunia.
Persiapan Yosua untuk Kejuaraan Tinju Dunia di Dubai
Setelah mendapat panggilan resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia, Yosua bersama Dufri langsung bergabung dengan tim di Jakarta pada 24 November. Dalam pemusatan latihan intensif, Yosua berharap bisa meningkatkan kemampuannya sebelum kejuaraan dunia.
Yosua bukan satu-satunya petinju dari Sulawesi Selatan yang terpilih. Alfino Caesar Nanlohy dari Jawa Barat juga masuk dalam tim nasional dan turut berlatih bersama Yosua. Ini menunjukkan komitmen yang tinggi dalam persiapan menghadapi kompetisi perilaku internasional.
Prestasi Yosua sebelumnya termasuk medali emas di Kejuaraan Tinju 4 Penjuru di Malaysia, menunjukkan bahwa dia merupakan salah satu petinju terbaik di kelasnya saat ini. Ini menjadi sinyal positif bagi masa depannya di panggung tinju dunia.
Prestasi dan Rekam Jejak Yosua di Lapangan
Yosua memiliki perjalanan menarik dalam dunia tinju amatir. Dia mengawali karirnya di PON Papua 2021 dan sukses meraih medali perunggu, sebuah langkah awal yang berani dan penuh komitmen. Pada saat itu, dia bersumpah untuk mengukir prestasi lebih besar di PON 2024.
Di PON 2024, Yosua berhasil mewujudkan janjinya dengan meraih medali emas setelah mengalahkan petinju senior yang sangat dihormati. Kemenangan ini semakin membuktikan bahwa dia adalah calon bintang masa depan tinju Indonesia.
Pencapaiannya tidak hanya satu kali; Yosua telah mengikuti berbagai kompetisi dan meraih kemenangan di banyak event, dengan pengalaman sejak usia belia. Keberhasilannya ini menginspirasi generasi muda untuk berkarir di dunia olahraga.
Dukungan dan Harapan dari Pengurus dan Masyarakat
Ketua Pengurus Provinsi PERTINA Sulsel menyampaikan harapan besar agar Yosua dapat pulang membawa hasil yang membanggakan. Dia mengingatkan seluruh masyarakat Sulsel untuk mendoakan perjalanan Yosua di Dubai, mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari komunitas.
Komitmen Yosua dan pelatihnya, Dufri, tetap tinggi meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya dukungan anggaran dari pemerintah setempat. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk mencapai kemenangan.
Pengurus lainnya juga berharap agar perhatian dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar lebih meningkat terhadap atlet prestasi seperti Yosua. Masyarakat diyakini akan memberikan dukungan yang luar biasa, dengan harapan menjadikan tinju sebagai olahraga yang diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional.
Dengan mempersiapkan diri secara matang dan berfokus pada pelatihan yang intensif, Yosua berharap dapat membawa pulang bendera kebanggaan serta lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di kejuaraan dunia. Dukungan moral dari masyarakat adalah aset berharga dalam perjalanan ini.
Dengan hadiah yang ditawarkan oleh IBA, berupa total USD 8,32 juta, Yosua dan rekan-rekannya akan memiliki motivasi tambahan untuk berkompetisi di tingkat tertinggi. Kesempatan ini tidak hanya membawa keuntungan finansial, tetapi juga dapat mengangkat martabat tinju Indonesia di mata dunia.
Yosua Holy Masihor adalah contoh nyata bagaimana dedikasi, kerja keras, dan dukungan masyarakat dapat menciptakan pemenang. Harapannya, perjalanan ini akan memberi inspirasi bagi banyak atlet muda lainnya untuk mengejar impian mereka dalam bidang olahraga, serta membawa nama baik Indonesia dalam kancah internasional.


