www.narasiutama.id – Dalam upaya menjaga keamanan masyarakat, Polsek Mandai kembali melaksanakan patroli rutin yang berhasil mengungkap pesta minuman keras. Pada kesempatan kali ini, penemuan tersebut terjadi di BTN Griya Maros Indah, Desa Bonto Matene, di mana sekitar 30 anak muda terlibat dalam aktivitas tersebut.
Patroli yang dilakukan oleh Unit Reskrim di bawah pimpinan Ipda Radius Lulunbara bertujuan untuk mencegah tindakan kriminalitas seperti pencurian, perkelahian kelompok, dan gangguan ketertiban lainnya. Tindakan ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga keamanan di lingkungan yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja.
Setelah mendapatkan informasi, petugas melakukan pemeriksaan dengan menyusuri area pemukiman tersebut. Tindakan tersebut segera memperlihatkan hasil ketika mereka menemukan sekelompok remaja yang sedang merayakan dengan minuman keras tradisional, ballo, yang dapat mengundang masalah lebih besar.
Rincian Penemuan Pesta Miras di Mandai
Ketika petugas mendekati kerumunan tersebut, mereka menyadari adanya pesta untuk merayakan dengan mengonsumsi ballo. Alangkah cepatnya reaksi aparat, mereka pun segera melakukan pembubaran terhadap kerumunan yang ada.
Meskipun banyak dari remaja tersebut melarikan diri saat melihat petugas, enam di antaranya berhasil diamankan untuk proses lebih lanjut. Identitas mereka adalah Y (18), M (18), A (18), A (16), R.H (20), dan A.B (19), yang kini sedang menjalani pemeriksaan.
Selain mengamankan para remaja, petugas juga menyita barang bukti berupa enam sepeda motor, empat di antaranya tidak memiliki plat nomor, serta sejumlah wadah ballo yang digunakan dalam perayaan tersebut. Tindakan ini memberi sinyal jelas bahwa aktivitas serupa akan ditindak lanjuti.
Pernyataan Pihak Kepolisian Mengenai Kejadian Ini
Kapolsek Mandai, IPTU Erwin D, menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk memastikan tidak terjadinya gangguan pada keamanan. Penegakan hukum yang dilakukan diharapkan dapat menekan potensi kegaduhan yang mungkin timbul akibat pesta miras di ruang publik.
“Keberadaan kami di sini adalah untuk menyelamatkan dan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif,” kata IPTU Erwin. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa aktifitas tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu keamanan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan individu yang terlibat.
IPTU Erwin menekankan pentingnya aksi pencegahan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Latihan dan edukasi yang diberikan bertujuan untuk membimbing generasi muda agar menjauh dari tindakan berisiko.
Peningkatan Intensitas Patroli untuk Keamanan yang Lebih Baik
Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan mengintensifkan patroli, terutama pada waktu-waktu rawan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menegakkan hukum tetapi juga sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat dalam menjaga ketertiban.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Kecamatan Mandai dapat merasakan keamanan dan keselamatan,” lanjutnya. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari hal-hal yang meresahkan.
Diharapkan, melalui kerja sama yang baik antara kepolisian dan masyarakat, akan tercipta lingkungan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua pihak.
Komitmen Polisi dalam Menindaklanjuti Tindakan Kriminal
Kegiatan patroli ini sekaligus menegaskan bahwa Polsek Mandai berkomitmen untuk tidak memberi ruang bagi aktivitas yang bisa mengarah pada tindakan kriminal. Keberadaan polisi di lapangan adalah upaya nyata untuk menjaga keamanan publik.
Dengan pendekatan yang bersifat preventif dan responsif, Polsek Mandai berusaha menciptakan wilayah yang bebas dari praktik-praktik yang meresahkan. Ini adalah bagian dari langkah-langkah strategis untuk menciptakan keamanan jangka panjang.
“Kami percaya bahwa dengan tindakan yang tepat, kami bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup IPTU Erwin. Harapan besar bahwa anak-anak muda bisa beraktivitas dengan baik tanpa terlibat dalam perilaku negatif.


