www.narasiutama.id – Siswa kelas 10 di SMA Bosowa School Makassar baru-baru ini menunjukkan kreativitas dan rasa peduli mereka terhadap lingkungan melalui kegiatan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan limbah minyak jelantah pada hari Kamis, 4 Desember. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran Kimia Terapan, tetapi juga mendukung gerakan Zero Waste yang saat ini sedang digalakkan di sekolah.
Proses pembuatan lilin dimulai dengan pembersihan minyak jelantah yang telah dipakai, yang kemudian dicampur dengan base candle dan essential oil untuk menciptakan lilin aromaterapi yang memiliki aroma menenangkan. Pilihan aroma yang digunakan antara lain sandalwood, vanilla, dan freesia, yang memberikan pengalaman relaksasi kepada penggunanya.
Tujuan dari kegiatan ini tak hanya untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa, melainkan juga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengolahan limbah rumah tangga dengan cara yang bermanfaat. Dengan metode ini, siswa diajarkan bahwa limbah yang dianggap tidak berguna masih bisa diolah menjadi produk yang bernilai tinggi dan tidak mencemari lingkungan.
Metode Pembelajaran yang Menarik dan Inovatif di Sekolah
Guru mata pelajaran Kimia di SMA Bosowa School, Sulistiani Jarre, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa memahami konsep dasar reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan project-based learning. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar sambil melakukan, sehingga memberikan pengalaman yang lebih mendalam.
Kegiatan ini melibatkan berbagai aspek, mulai dari pemilihan bahan hingga pengolahan, yang memberi siswa keterampilan praktis dalam proses yang nyata. “Kami ingin siswa menyadari bahwa banyak limbah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali. Dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mereka tidak hanya belajar mengenai konsep kimia, tetapi juga menerapkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Sulistiani.
Melalui proyek ini, siswa diajarkan juga untuk berpikir kritis dan berinovasi dalam menghadapi masalah lingkungan. Inisiatif ini selaras dengan visi sekolah untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.
Kegiatan Ekstrakurikuler Pendukung dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa
Pembelajaran tidak hanya terfokus pada teori, tetapi juga pada aplikasi nyata yang dapat dilakukan siswa. Kegiatan pembuatan lilin aromaterapi ini melibatkan kerja kelompok, sehingga siswa dapat saling berbagi ide dan bekerja sama dalam menyelesaikan proyek. Hal ini meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan di antara mereka.
Wakil kepala sekolah menyatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan kesempatan emas bagi siswa untuk belajar di luar kelas. “Kami ingin setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka. Proyek pembuatan lilin ini sangat sesuai untuk tujuan tersebut,” tambahnya.
Lebih jauh lagi, siswa diberikan tanggung jawab penuh dalam proses pembuatan, yang membuat mereka merasa memiliki kontribusi yang berarti. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar tentang kimia, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Pameran dan Penjualan Hasil Karya Siswa untuk Rencana Kewirausahaan
Hasil karya siswa berupa lilin aromaterapi akan dipamerkan dalam Exhibition Program yang direncanakan pada tanggal 19 Desember. Pameran ini diharapkan menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi siswa kepada masyarakat luas. Selain itu, lilin akan dijual sebagai bagian dari proyek kewirausahaan yang bertujuan untuk menumbuhkan kecerdasan ekologis dan jiwa inovatif mereka.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengalaman siswa dalam berwirausaha, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan menjadikan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat, siswa belajar untuk berpikir lebih kreatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui pameran ini, SMA Bosowa School Makassar berharap dapat menginspirasi siswa lainnya untuk turut berinovasi dan membuat perubahan kecil yang dapat berdampak besar terhadap lingkungan. Dengan tindakan sederhana seperti ini, sekolah ingin menunjukkan bahwa setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga bumi.
Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Pendidikan Praktis
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan siswa SMA Bosowa School Makassar dapat memahami arti penting menjaga lingkungan. Pendidikan berbasis praktik memberi mereka pengalaman langsung, yang bisa jadi lebih efektif daripada sekadar belajar teori di dalam kelas. Dalam prosesnya, siswa diajarkan tentang pengolahan limbah dan pentingnya keberlanjutan.
Melalui pengalaman ini, mereka diharapkan dapat membawa perubahan dalam kebiasaan sehari-hari mereka dan menjadi agen perubahan di komunitas. “Kami percaya, jika siswa sejak dini diajarkan tentang keberlanjutan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar lingkungan,” tutup Sulistiani.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang berguna. Kegiatan pembuatan lilin aromaterapi ini merupakan langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan lingkungan dan pendidikan yang lebih baik di sekolah.


