www.narasiutama.id – Siswa-siswa kelas 12 di SMA Bosowa School Makassar menunjukkan antusiasme dan kreativitas yang mengagumkan dalam kegiatan praktikum pembuatan sabun mandi ramah lingkungan. Kegiatan ini diadakan pada hari Jumat, 5 Desember, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai proses kimia yang terjadi di sekitar.
Praktikum ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran kimia yang difokuskan pada materi gugus fungsi dan aplikasinya. Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Kimia, di mana siswa terbagi dalam kelompok dan masing-masing mempersiapkan alat serta bahan sebelum memulai proses pembuatan sabun.
Antusiasme para siswa terlihat jelas ketika mereka mengikuti setiap tahap pembuatan sabun dengan teliti. Dari proses penimbangan bahan hingga tahap saponifikasi, yakni reaksi utama dalam pembuatan sabun, semua dijalani dengan semangat dan profesionalisme tinggi.
Proses Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan yang Menarik
Dalam proses tersebut, para siswa belajar secara langsung mengenai mekanisme reaksi saponifikasi. Reaksi ini melibatkan trigliserida yang mengandung gugus fungsi ester dan larutan basa seperti natrium hidroksida (NaOH).
Struktur kimia dari sabun memungkinkan molekul sabun berfungsi efektif sebagai agen pembersih. Bagian hidrofobiknya menarik kotoran dan minyak, sementara bagian hidrofiliknya membantu melarutkan kotoran tersebut dalam air.
Siswa juga menerapkan prinsip ramah lingkungan dengan menambahkan bahan-bahan alami. Di antara bahan tersebut terdapat minyak kelapa, pewangi organik, serta pewarna berbahan herbal, yang semuanya berkontribusi pada pembuatan sabun yang aman untuk kulit.
Pendidikan Melalui Praktikum: Meningkatkan Kesadaran Lingkungan
Guru kimia, Sulistiani Jarre, menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar kimia secara lebih aplikatif. Melalui praktikum seperti ini, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya memilih produk yang lebih aman dan ramah lingkungan.
“Praktikum ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang pentingnya ilmu kimia dalam industri sehari-hari,” jelasnya. Kegiatan ini menjadi penting dalam membentuk pola pikir siswa untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, siswa belajar untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di kelas ke dalam praktik nyata. Ini terbukti menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengajarkan pentingnya kelestarian lingkungan dan penggunaan bahan-bahan alami.
Pengalaman Praktis dalam Laboratorium Kimia
Kegiatan praktikum di laboratorium memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan praktis. Hal ini mencakup tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok dan berkomunikasi secara efektif.
Siswa harus bekerja sama dengan baik agar semua proses dapat berjalan lancar. Melalui kolaborasi ini, mereka tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari satu sama lain.
Di samping itu, kegiatan ini mendorong siswa untuk lebih kritis dalam berpikir. Mereka dihadapkan pada situasi nyata yang memerlukan pemecahan masalah dan analisis yang mendalam mengenai bahan dan proses yang digunakan.


